Back to Top

1
Hi, Guest!

  LOKASI :  Jogja

  AKTIVITAS :  29/09/2021

BAGIKAN :   

Bagikan :
Kontak Kami  
HOTLINE CALL : 0811 250 8699, 081 827 9262 E-mail : depotsafetyindonesia@gmail.com Website : www.depotsafety.co.id

MATERI PEMADAM KEBAKARAN ( FIRE FIGHTING )

Update Terakhir
:
03 / 12 / 2020
Min. Pembelian
:
1 Unit
Harga
CALL
Bagikan
:
c/o. PT. Citra Total Proteksindo 
Bergerak di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja [ PJK3 ] Bidang Proteksi Kebakaran. Bidang Kegiatan : Pemasangan dan Perawatan Proteksi Kebakaran meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Instalasi Deteksi Alarm, Hydrant System, Sprinkler System dan System Pemadam Otomatik Integrated.
ALAT PEMADAM API 
Pengecekan, perawatan, servis dan isi ulang, Alat Pemadam Api Kebakaran ( APAR ) dengan berbagai macam merk antara lain : Alat Pemadam Api MAXGUARD, Yamato, Gunnebo, SERVVO, FUHRER, ARINDO, MASKOT, PROTEKTOR, INDOKA, VIKING, PYROMAX, APPRON, ALTEK, PYROSAFE, PYRENE, MAXIMAX, DAFO, CHUBB, FIREGUARD, REVO, VENUS, STARVVO, VULCAN, PRIMA, HARTINDO AF 11, FIROTECT, ALPINDO, GUARDALL, PROTECT, dll.
Dengan segala jenis media racun api yang digunakan, seperti : ABC DRY CHEMICAL POWDER, BC POWDER, GAS CAIR HALON FREE, HCF 21, HCFC 123, R141B GAS, HALOTRON 1, NAF P IV, SOFKAFLAM, CARBON DIOXIDE CO2, BUSA AB, FAOM LIQUID, FOAM AFFF 3%, FOAM AFFF 6%, VULCAN AF 21, VULCAN AF 31 (WATER BASED), VULCAN AF 11, MAXGUARD AF 11, dll. 
Dengan berbagai type, seperti : Portable, Trolly ( Pakai Roda) & Thermatic System, dengan harga yang kompetitif, ekonomis, bergaransi dan jaminan kualitas yang baik sesuai kebutuhan anda, melayani antar jemput atau layanan ditempat Anda.
FIRE ALARM SYSTEM
Jasa Pemasangan Baru Instalasi Fire Alarm System dan Jasa Pengecekan Teknis, Perawatan (Maintenance) Fire Alarm System, dengan berbagai macam merk antara lain : Fire Alarm System MAXGUARD, Fire Alarm APPRON, Fire Alarm APOLLO, Fire Alarm HOOSEKI, Fire Alarm HONG CHANG, Fire Alarm KIDDE SERIES, Fire Alarm ESSER, Fire Alarm HONEYWELL, Fire Alarm NOTIFIER, Fire Alarm HOCHIKI, Fire Alarm NOHMI, Fire Alarm SIMPLEX, Fire Alarm PROTEKTOR, Fire Alarm NITTAN, Fire Alarm System EDWARD, Fire Alarm SIEMENS, Fire Alarm GST, Fire Alarm YUN YANG, Fire Alarm HORING LIH, Fire Alarm TELEFIRE, dll.
FIRE HYDRANT SYSTEM
Jasa Pemasangan Baru Instalasi Fire Hydrant System dan Jasa Pengecekan Teknis, Perawatan (Maintenance) Fire Hydrant System, dengan berbagai macam merk antara lain : Fire Hydrant System MAXGUARD, Fire Hydrant APPRON, Fire Hydrant VENUS, Fire Hydrant X-FIRE, Fire Hydrant HOOSEKI, Fire Hydrant YAMATO, Fire Hydrant GUNNEBO, Fire Hydrant PROTECTOR, Fire Hydrant ZEKI, Fire Hydrant OZEKI, Fire Hydrant ALPINDO, Fire Hydrant FIROTECT, dll.
FIRE SPRINKLER SYSTEM
Jasa Pemasangan Baru Instalasi Fire Sprinkler System dan Jasa Pengecekan Teknis, Perawatan (Maintenance) Fire Sprinkler System, dengan berbagai macam merk antara lain : Fire Sprinkler System MAXGUARD, Fire Sprinkler APPRON, Fire Sprinkler VENUS, Fire Sprinkler X-FIRE, Fire Sprinkler HOOSEKI, Fire Sprinkler YAMATO, Fire Sprinkler GUNNEBO, Fire Hydrant PROTECTOR, Fire Sprinkler FIROTECT, Fire Sprinkler TYCO, Fire Sprinkler SHILLA, Fire Sprinkler NATIONAL, Fire Sprinkler VIKING, dll.
FIRE INSTALATION SYSTEM

Detail MATERI PEMADAM KEBAKARAN ( FIRE FIGHTING )

Definisi. Fire Fighting adalah merupakan suatu system proteksi gedung terhadap bahaya kebakaran yang metode proteksinya menggunakan berbagai macam media, adapun Fire Fighting yang akan dibahas pada makalah ini adalah proteksi dengan menggunakan media air yang ditekan ke pipa instalasi hydrant dan sprinkler dengan menggunakan pompa hydrant. Dimulai dari ground tank dan rumah pompa sampai dengan ke titik sprinkler, landing valve Indoor Hydrant Box, dan Hydrant Pilar Kawasan. Pengadaan, pemasangan dan penyetelan keseluruhan System Penanggulangan Kebakaran sedemikian rupa sehingga semua peralaatan dan kelengkapannya dapat berfungsi secara efektif sesuai dengan standard memadamkan api. Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Utama System Fire Hydrant meliputi : Melengkapi pompa dengan priming water tank dan fuel tank lengkap dengan system pemipaannya. Pemipaan dan Perangkat Operasionalnya ( Valve, Flow Switch, dan perlengkapan lainnya) . STANDARD / REFERENSI Semua peraturan dan standarisasi yang berlaku di Indonesia tanpa mengesampingkan standarisasi yang berlaku secara internasional. Diantaranya : SNI : Standard Nasional Indonesia PERDA : Peraturan Daerah NFPA : National Fire Protection Association. PUIL : Peraturan Umum Instalasi Listrik Peraturan Umum Plumbing Indonesia American Standar Test of Material ( ASTM) American National Standard Institut ( ANSI) Departement Keselamatan Kerja dan DPK Indonesia SISTEM FIRE FIGHTING Sistem kerja Instalasi Pemadam Kebakaran pada gedung dan kawasan biasanya menggunakan media air yang ada di Ground Tank ( berada di sebelah Ruang Pompa) , yang dipompakan keseluruh instalasi hydrant dan sprinkler melalui pipa-pipa induk sesuai dengan pembagian zone masing-masing. Jaringan instalasi hydrant dan sprinkler dipisahkan menjadi dua instalasi pemipaan khusus sesuai dengan fungsinya, yaitu : Berikut akan dijelaskan mengenai kedua sistem tersebut sehingga akan lebih jelas dalam system pengoperasiannya. Instalasi pemipaan hydrant adalah instalasi dimana di setiap lantai dari setiap gedung disediakan Hydrant Box lengkap dengan perlengkapannya, yaitu landing Valve Ø 2 ½ ” 1 ½ ” , Fire hose & Nozzle, Hose rack. Sistem kerja Fire hydrant yang terpasang menggunakan system air, ( media yang digunakan adalah air) . Instalasi pada system ini air stand by , sehingga apabila akan difungsikan harus mengadakan air dari ruang pompa dimana akan difungsikan dengan membuka Landing valve pada IHB tersebut. Sedangkan untuk system hydrant eksternal disediakan Hydrant Pillar dan Siamesse Connection yang tersebar di area site plant ( kawasan) . Hydrant difungsikan dengan cara memasang Hose dan Nozzle dan membuka Valve Pillar. Adapun Siamese Connection disediakan dengan maksud apabila air yang digunakan habis, maka team pemadam kebakaran dapat menyuntikkan air dari mobil ke instalasi hydrant yang ada atau karena pompa pemadam kebakaran tidak dapat di operasikan. Instalasi sprinkler adalah instalasi dimana setiap lantai dari setiap gedung terdapat head sprinkler yang dilengkapi Flow Switch pada pipa induknya Flow switch ini berfungsi sebagai detector. Bila head sprinkler pecah ( break) mengakibatkan memancarnya air melalui sprinkler, air yang mengalir melalui pipa akan menggerakkan flow switch untuk mengirim signal ke System Fire Alarm untuk menyalakan alarm bell. Sprinkler head akan bekerja ( pecah) apabila terdapat konsentrasi panas melebihi 68º C pada daerah dimana titik sprinkler head tersebut terpasang, setelah sprinkler head pecah secara otomatis, media air yang tertahan oleh head sprinkler akan dipancarkan melalui penampang head sprinkler untuk pemadaman api. Pada Instalasi Sprinkler sebelum menuju ke mainline lantai juga biasanya terpasang Pressure Reducing Valve, yang dimaksudkan untuk menurunkan tekanan yang tinggi menjadi tekanan kerja, ( batas maksimum kemampuan head sprinkler menahan tekanan) . Agar dapat mengoperasikan system dengan benar maka operator sangat dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut : Pengoperasian Pompa Kebakaran dianjurkan dilakukan secara Otomatis. Fungsi Jockey Pump adalah untuk menjaga tekanan air didalam sistim instalasi tetap stabil, sehingga apabila terjadi sedikit kebocoran pada pompa, valve dan perlengkapan lainnya dalam instalasi, maka Jockey Pump akan mengembalikan pada tekanan yang di tentukan. Mengingat fungsi dari jockey pump sebagai pen-stabil tekanan dalam instalasi, maka sangat dianjurkan agar pengoperasiannya diatur secara otomatis. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Fungsi Electric Pump adalah untuk memompa air dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant sprinkler jika terjadi kebakaran. Pompa electric harus dioperasikan secara otomatis. Cara kerja Electric Pump adalah sebagai berikut : Fungsi Diesel Pump adalah untuk memompa air dari dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler jika terjadi kebakaran dan terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan electric pump tidak dapat difungsikan. Pompa disesel harus dioperasikan secara otomatis. Cara kerja diesel pump adalah sebagai berikut : Pengoperasian Pompa Kebakaran secara Manual. Sistim Pompa kebakaran dianjurkan agar dioperasikan secara otomatis, sedangkan pengoperasian secara manual sebaiknya hanya dilakukan pada saat darurat saja ( emergency) atau pada saat system AUTO tidak berfungsi sehingga tidak dapat menghidupkan pompa. Cara mengoperasikan dengan cara manual adalah dengan cara menekan tombol push button MANUAL atau tombol ON pada panel control baik untuk electric pump, diesel pump maupun Jockey pump. Untuk menjaga supaya setelah pompa pemadam kebakaran jalan, pompa dapat berjalan terus menerus melayani hydrant pada pipa tekan dibuatkan pipa bypass yang dilengkapi dengan relief valve, sehingga bila tekanan air dalam pipa mendekati 11 Kg/ Cm2 relief valve akan terbuka ( air dari relief valve akan dikembalikan ke pipa hisap atau tanki bawah) dan pompa pemadam kebakaran tidak akan mati atau berhenti bekerja. Pressure Relief Valve distel terbuka pada tekanan air 10.5 Kg/ Cm2. Pressure Tank digunakan dalam instalasi hydrant pump dimaksudkan untuk mejaga kestabilan tekanan dari pompa hydrant, juga berfungsi untuk membuang udara yang terjebak dalam instalasi hydrant pump. Alarm gong terdiri dari Valve dengan accessories pipa kapiler dan bell yang akan berfungsi dengan bantuan tekanan air yang mengalir dalam instalasi hydrant sprinkler. Alarm gong lazim dipasang diruang pompa, biasanya pada riser ( untuk type vertical) . Bila ada yang terbuka dari dari system instalasi baik hydrant ( landing valve yang dibuka) ataupun sprinkler yang pecah yang mengakibatkan terjadinya aliran pada pipa kapiler dari alarm tersebut yang lalu menggerakan bell dengan tenaga mekanis. Perawatan Untuk menjaga peralatan dan instalasi yang terpasang agar selalu dalam keadaan baik dan berfungsi, maka harus diadakan pemeriksaan dan perawatan secara periodic sesuai dengan peraturan. Pemeriksaaan Secara Berkala/ Periodik. Perawatan pertiga bulan Pada dasarnya perawatan pertigabulan ini sama dengan perawatan bulanan , hanya perlu ditekankan untuk melakukan pengetesan, yaitu : Hal yang perlu dilakukan tiap tahun adalah memeriksa sistim instalasi secara menyeluruh dengan jalan sebagai berikut : Fungsikan secara MANUAL/ AUTO untuk membuang air yang ada pada jaringan instalasi sambil pompa tetap hidup, buka melalui Pillar Hydrant, Hydrant Box, dan Drain pada masing-masing flow switch di tiap-tiap gedung. Hal ini bertujuan untuk : Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diambil dan dilakukan secara berurutan apablia ditemui masalah dalam system : Motor tidak dapat dihidupkan, hal ini dapat disebabkan oleh : Apabila sumber listrik sudah normal, motor distarter kembali, tetapi trip mendadak [ thermal overload tripping] Hal ini dapat disebabkab oleh : Pompa berputar berlawanan arah jarum jam pada saat dimatikan. Hal ini dapat disebabkan oleh; Kapasitas pompa tidak stabil. Hal ini dapat disebabkan oleh; Pompa hidup, tetapi tidak ada air yang keluar. Hal ini dapat disebabkan oleh;
alat pemadam lainnya
Tampilkan Lebih Banyak
depot safety
depot safety

DEPOT SAFETY

PREMIUM GOLD 15 Tahun
Jl. Sugeng Jeroni No. 72 Yogyakarta, Jogja
Indonesia 55251
Jogja
29 / 09 / 2021
Hubungi Kami

Detail MATERI PEMADAM KEBAKARAN ( FIRE FIGHTING )

Definisi. Fire Fighting adalah merupakan suatu system proteksi gedung terhadap bahaya kebakaran yang metode proteksinya menggunakan berbagai macam media, adapun Fire Fighting yang akan dibahas pada makalah ini adalah proteksi dengan menggunakan media air yang ditekan ke pipa instalasi hydrant dan sprinkler dengan menggunakan pompa hydrant. Dimulai dari ground tank dan rumah pompa sampai dengan ke titik sprinkler, landing valve Indoor Hydrant Box, dan Hydrant Pilar Kawasan. Pengadaan, pemasangan dan penyetelan keseluruhan System Penanggulangan Kebakaran sedemikian rupa sehingga semua peralaatan dan kelengkapannya dapat berfungsi secara efektif sesuai dengan standard memadamkan api. Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Utama System Fire Hydrant meliputi : Melengkapi pompa dengan priming water tank dan fuel tank lengkap dengan system pemipaannya. Pemipaan dan Perangkat Operasionalnya ( Valve, Flow Switch, dan perlengkapan lainnya) . STANDARD / REFERENSI Semua peraturan dan standarisasi yang berlaku di Indonesia tanpa mengesampingkan standarisasi yang berlaku secara internasional. Diantaranya : SNI : Standard Nasional Indonesia PERDA : Peraturan Daerah NFPA : National Fire Protection Association. PUIL : Peraturan Umum Instalasi Listrik Peraturan Umum Plumbing Indonesia American Standar Test of Material ( ASTM) American National Standard Institut ( ANSI) Departement Keselamatan Kerja dan DPK Indonesia SISTEM FIRE FIGHTING Sistem kerja Instalasi Pemadam Kebakaran pada gedung dan kawasan biasanya menggunakan media air yang ada di Ground Tank ( berada di sebelah Ruang Pompa) , yang dipompakan keseluruh instalasi hydrant dan sprinkler melalui pipa-pipa induk sesuai dengan pembagian zone masing-masing. Jaringan instalasi hydrant dan sprinkler dipisahkan menjadi dua instalasi pemipaan khusus sesuai dengan fungsinya, yaitu : Berikut akan dijelaskan mengenai kedua sistem tersebut sehingga akan lebih jelas dalam system pengoperasiannya. Instalasi pemipaan hydrant adalah instalasi dimana di setiap lantai dari setiap gedung disediakan Hydrant Box lengkap dengan perlengkapannya, yaitu landing Valve Ø 2 ½ ” 1 ½ ” , Fire hose & Nozzle, Hose rack. Sistem kerja Fire hydrant yang terpasang menggunakan system air, ( media yang digunakan adalah air) . Instalasi pada system ini air stand by , sehingga apabila akan difungsikan harus mengadakan air dari ruang pompa dimana akan difungsikan dengan membuka Landing valve pada IHB tersebut. Sedangkan untuk system hydrant eksternal disediakan Hydrant Pillar dan Siamesse Connection yang tersebar di area site plant ( kawasan) . Hydrant difungsikan dengan cara memasang Hose dan Nozzle dan membuka Valve Pillar. Adapun Siamese Connection disediakan dengan maksud apabila air yang digunakan habis, maka team pemadam kebakaran dapat menyuntikkan air dari mobil ke instalasi hydrant yang ada atau karena pompa pemadam kebakaran tidak dapat di operasikan. Instalasi sprinkler adalah instalasi dimana setiap lantai dari setiap gedung terdapat head sprinkler yang dilengkapi Flow Switch pada pipa induknya Flow switch ini berfungsi sebagai detector. Bila head sprinkler pecah ( break) mengakibatkan memancarnya air melalui sprinkler, air yang mengalir melalui pipa akan menggerakkan flow switch untuk mengirim signal ke System Fire Alarm untuk menyalakan alarm bell. Sprinkler head akan bekerja ( pecah) apabila terdapat konsentrasi panas melebihi 68º C pada daerah dimana titik sprinkler head tersebut terpasang, setelah sprinkler head pecah secara otomatis, media air yang tertahan oleh head sprinkler akan dipancarkan melalui penampang head sprinkler untuk pemadaman api. Pada Instalasi Sprinkler sebelum menuju ke mainline lantai juga biasanya terpasang Pressure Reducing Valve, yang dimaksudkan untuk menurunkan tekanan yang tinggi menjadi tekanan kerja, ( batas maksimum kemampuan head sprinkler menahan tekanan) . Agar dapat mengoperasikan system dengan benar maka operator sangat dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut : Pengoperasian Pompa Kebakaran dianjurkan dilakukan secara Otomatis. Fungsi Jockey Pump adalah untuk menjaga tekanan air didalam sistim instalasi tetap stabil, sehingga apabila terjadi sedikit kebocoran pada pompa, valve dan perlengkapan lainnya dalam instalasi, maka Jockey Pump akan mengembalikan pada tekanan yang di tentukan. Mengingat fungsi dari jockey pump sebagai pen-stabil tekanan dalam instalasi, maka sangat dianjurkan agar pengoperasiannya diatur secara otomatis. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Fungsi Electric Pump adalah untuk memompa air dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant sprinkler jika terjadi kebakaran. Pompa electric harus dioperasikan secara otomatis. Cara kerja Electric Pump adalah sebagai berikut : Fungsi Diesel Pump adalah untuk memompa air dari dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler jika terjadi kebakaran dan terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan electric pump tidak dapat difungsikan. Pompa disesel harus dioperasikan secara otomatis. Cara kerja diesel pump adalah sebagai berikut : Pengoperasian Pompa Kebakaran secara Manual. Sistim Pompa kebakaran dianjurkan agar dioperasikan secara otomatis, sedangkan pengoperasian secara manual sebaiknya hanya dilakukan pada saat darurat saja ( emergency) atau pada saat system AUTO tidak berfungsi sehingga tidak dapat menghidupkan pompa. Cara mengoperasikan dengan cara manual adalah dengan cara menekan tombol push button MANUAL atau tombol ON pada panel control baik untuk electric pump, diesel pump maupun Jockey pump. Untuk menjaga supaya setelah pompa pemadam kebakaran jalan, pompa dapat berjalan terus menerus melayani hydrant pada pipa tekan dibuatkan pipa bypass yang dilengkapi dengan relief valve, sehingga bila tekanan air dalam pipa mendekati 11 Kg/ Cm2 relief valve akan terbuka ( air dari relief valve akan dikembalikan ke pipa hisap atau tanki bawah) dan pompa pemadam kebakaran tidak akan mati atau berhenti bekerja. Pressure Relief Valve distel terbuka pada tekanan air 10.5 Kg/ Cm2. Pressure Tank digunakan dalam instalasi hydrant pump dimaksudkan untuk mejaga kestabilan tekanan dari pompa hydrant, juga berfungsi untuk membuang udara yang terjebak dalam instalasi hydrant pump. Alarm gong terdiri dari Valve dengan accessories pipa kapiler dan bell yang akan berfungsi dengan bantuan tekanan air yang mengalir dalam instalasi hydrant sprinkler. Alarm gong lazim dipasang diruang pompa, biasanya pada riser ( untuk type vertical) . Bila ada yang terbuka dari dari system instalasi baik hydrant ( landing valve yang dibuka) ataupun sprinkler yang pecah yang mengakibatkan terjadinya aliran pada pipa kapiler dari alarm tersebut yang lalu menggerakan bell dengan tenaga mekanis. Perawatan Untuk menjaga peralatan dan instalasi yang terpasang agar selalu dalam keadaan baik dan berfungsi, maka harus diadakan pemeriksaan dan perawatan secara periodic sesuai dengan peraturan. Pemeriksaaan Secara Berkala/ Periodik. Perawatan pertiga bulan Pada dasarnya perawatan pertigabulan ini sama dengan perawatan bulanan , hanya perlu ditekankan untuk melakukan pengetesan, yaitu : Hal yang perlu dilakukan tiap tahun adalah memeriksa sistim instalasi secara menyeluruh dengan jalan sebagai berikut : Fungsikan secara MANUAL/ AUTO untuk membuang air yang ada pada jaringan instalasi sambil pompa tetap hidup, buka melalui Pillar Hydrant, Hydrant Box, dan Drain pada masing-masing flow switch di tiap-tiap gedung. Hal ini bertujuan untuk : Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diambil dan dilakukan secara berurutan apablia ditemui masalah dalam system : Motor tidak dapat dihidupkan, hal ini dapat disebabkan oleh : Apabila sumber listrik sudah normal, motor distarter kembali, tetapi trip mendadak [ thermal overload tripping] Hal ini dapat disebabkab oleh : Pompa berputar berlawanan arah jarum jam pada saat dimatikan. Hal ini dapat disebabkan oleh; Kapasitas pompa tidak stabil. Hal ini dapat disebabkan oleh; Pompa hidup, tetapi tidak ada air yang keluar. Hal ini dapat disebabkan oleh;
alat pemadam lainnya
Tampilkan Lebih Banyak